Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan langkah strategis yang kini memasuki fase serius: pembangunan jembatan kembar Barombong yang ditargetkan mulai konstruksinya pada tahun 2026.
Jembatan Barombong saat ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan wilayah selatan seperti Galesong dan Kabupaten Takalar. Karena lebar yang terbatas dan volume kendaraan yang meningkat setiap hari, arus lalu lintas di sini sering mengalami kemacetan parah, terutama pada jam sibuk.
Permasalahan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga memperlambat aktivitas ekonomi dan akses terhadap fasilitas di kawasan selatan Makassar.
Proyek pembangunan jembatan baru/kembar Barombong direncanakan melalui kerja sama beberapa pihak:
Pemerintah Kota Makassar bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) akan menangani konstruksi fisik jembatan.
Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, sudah meninjau langsung lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan dan menegaskan bahwa upaya ini adalah solusi nyata untuk mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sejak awal tahun Januari 2026, Pemerintah Kota Makassar fokus pada tahapan pembebasan lahan untuk lokasi jembatan baru. Tahapan ini meliputi:
Administrasi dan penilaian tanah
Penyusunan dokumen pendukung
Koordinasi dengan warga dan aparat hukum
Pembentukan tim perencana dan appraisal independen
Pembebasan lahan diperkirakan akan berlangsung hingga Juni 2026, setelah itu lahan siap diserahkan ke pihak provinsi dan BPJN untuk melanjutkan tahap konstruksi fisiknya.
Lahan yang disiapkan mencapai beberapa hektare, dengan proses negosiasi dan pembayaran ganti rugi yang mengikuti prosedur hukum agar tidak menimbulkan masalah hukum serta sosial di kemudian hari.
Pembangunan jembatan baru ini diproyeksikan membawa sejumlah keuntungan strategis bagi warga dan perkembangan kawasan:
✔ Urai Kemacetan
Alur arus lalu lintas di Barombong akan menjadi lebih lancar karena adanya jalur alternatif melalui jembatan kembar yang akan dibangun.
✔ Perkuat Konektivitas
Penghubung antara Makassar – Galesong – Takalar akan menjadi lebih cepat dan efisien, membuka peluang arus barang dan orang yang lebih lancar serta mendukung perekonomian lokal.
✔ Tingkatkan Mobilitas
Warga tidak lagi terbebani oleh lamanya waktu perjalanan, terutama pada jam sibuk yang sering membuat kemacetan bertambah parah.
Proyek pembangunan Jembatan Barombong yang ditargetkan dimulai pada tahun 2026 adalah salah satu inisiatif penting pemerintah untuk mengatasi masalah kemacetan kronis yang selama ini menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan barat dan selatan Makassar.
Kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, BPJN, serta pelibatan aparat penegak hukum dalam proses pembebasan lahan menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan jalan akses yang lebih aman dan lancar bagi masyarakat.
